Kamis, 30 Juni 2011

Rekor! Pemain Deltras Tak Gajian Semusim


Yanuar Tri Firmanda menangis karena gaji yang belum dibayar


Surabaya (beritajatim.com) - Hingga seminggu setelah laga terkahir Superliga lawan tuan rumah Persib Bandung, 19 Juni lalu, gaji pemain Deltras Sidoarjo tak kunjung jelas. Oleh karena itu, rencananya mereka akan bertemu dengan General Manager Deltras, Achmad Miftahudin.

Nasih Deltras tak ubahnya tim Persebaya Divisi Utama (DU). Total sembilan bulan atau semusim sudah punggawa Deltras belum mendapatkan gaji mereka dari manajemen.Hingga saat ini pula, manajemen belum memberikan kepastian kapan hak pemain akan dibayarkan.

Klaim Miftahudin bahwa manajemen sudah mendapatkan investor yang siap membayarkan gaji pemain juga tak jelas peruntungannya. "Belum ada perkembangan, Mas. Masih sama seperti kemarin," kata arsitek The Lobster, julukan Deltras, Nus Yadera.

Karena janji Miftahudin untuk membayarkan gaji sebelum kompetisi usai tak terealisasi, Danilo Fernando dan kawan-kawan berencana mendatangi Dandim Sidoarjo itu.

"Terakhir komunikasi di Bandung. Waktu itu ada utusan pengurus dan Pak Dandim, Janjinya sampai Sidoarjo sudah dibereskan. Tapi hingga saat ini belum juga," ungkap eks pembesut Mitra Kukar ini.

Rencananya, pemain akan berkumpul untuk membicarakan masalah ini lebih lanjut. "Anak-anak rencana kumpul menghadap Pak Dandim, cuma waktunya belum kita tentukan. Intinya mereka minta kepastian," tambah pelatih yang membawa Deltras promosi ke Superliga itu.

Jumat, 24 Juni 2011

10 Kiper Terbaik di Indonesia Super League

Berikut 10 Kiper Terbaik di Indonesia Super League

1. Yoo Jae Hoon (Persipura Jayapura)


Ia ikut berperan besar membawa Persipura juara ISL musim lalu dengan catatan hanya kebobolan 20 gol + 8 kali cleansheet sudah cukup membuktikan bahwa ia adalah kiper tebaik ISL musim lalu.


2.Kurnia Meiga (Arema Indonesia)


Ia penjaga gawang timnas indonesia U-23. musim ini ia tampil sangat gemilang dengan hanya kebobolan 15 gol + 10 kali cleansheet, sayangnya ia tidak bisa membawa Arema juara musim lalu.

3.Hendro Kartiko (Persija Jakarta)


Meskipun usianya sudah menginjak 39 tahun tidak mengurangi kecekatannya dalam menjaga gawang Persija Jakarta, terbukti dengan hanya kemasukan 26 gol + 11 kali cleansheet membuat ia tetap dipercaya menjaga gawang Persija Jakarta meskipun Persija mempunyai Jendry Pitoy.

4.Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC)


Ia dikenal handal membaca tendangan penalti itu sebabnya Sriwijaya FC masih mempercayainya menjadi penjaga gawang utama dengan catatan musim lalu kebobolan 25 gol + 6 kali cleansheet serta 3x penyelamatan penalti.

5.I Komang Putra (Persela Lamongan)


Sama seperti Hendro Kartiko usiannya tidak lagi muda namun refleks & kecekatannya menjaga gawang laskar Joko Tingkir membuat ia tetap di percaya menjaga gawang Persela
dengan catatan kebobolan 14 gol + 6 kali cleansheet

6.Markus Horison (Persib Bandung)


Musim lalu mungkin musim terburuk Markus. dengan kebobolan 31 gol ia lebih sering menjadi cadangan dari cecep supriyatna, namun ia tetap menjadi penjaga gawang terbaik timnas Indonesia.


7.I Made Wirawan (Persiba Balikpapan)


Ia penjaga gawang yang selalu tampil konsisten. musim lalu ia kebobolan 31 gol + 6 kali cleansheet membuat ia sempat dipanggil oleh Timnas Indonesia namun, ia tidak dipanngil dalam piala AFF tahun lalu.


8.Syamsidar (Semen Padang)


Kecemerlangannya dalam menjaga gawang tim Kabau Sirah membuat ia selalu dipercaya oleh Nil Maizar (pelatih Semen Padang) untuk mengawal gawang SP. Bukti dari kecemerlangannya Semen Padang bisa finish di urutan 4 meskipun masih berstatus tim promosi.


9.Wawan Hendrawan (Persisam Samarinda)


Ia tidak tergantikan di Persisam meskipun kebobolan cukup banyak dengan 40 gol kiper yang biasa dipanggil "Lyma Sembilan" ini bisa membawa Persisam finish di urutan 6 klasemen akhir ISL.


10.M.Yasir (Persijap Jepara)


Ia seperti menemukan dirinya kembali di Persijap. terbukti dengan penampilan cemerlangnya ketika menghadapi Persija Jakarta. Ia bagaikan benteng yang sangat sulit ditembus sehingga menyebabkan para pemain Persija frustasi.