1. Anzhi Makhachkala (Rusia)

Sebelum 2011, sangat sedikit yg mengenal klub ini. Ya, klub ini baru terbentuk tahun 1991 dan sejak itu, klub yg bermarkas di Republik Daghestan ini nasibnya sama seperti klub2 kecil pada umumnya, naik turun dari dan ke divisi 1 dan 2 Liga Rusia. Tapi, semua berubah ketika milyuner Suleyman Kerimov yg kelahiran Daghestan membeli klub ini dan berniat menjadikan Anzhi sebagai klub kebanggaan Daghestan, tidak hanya di Rusia, tp juga di Eropa. Dengan dana melimpah dr sang milyuner, Anzhi mulai membeli pemain2 seperti Roberto Carlos dan Diego Tardelli. Sampai pada puncaknya di bursa transfer 2011 lalu, Anzhi berhasil mengontrak super-star Kamerun dan Inter Milan, Samuel Eto’o dgn gaji tertinggi di dunia. Tidak hanya sampai disitu, Anzhi juga mulai meramaikan bursa transfer Eropa dgn mengincar pemain dan pelatih papan atas Eropa seperti Lionel Messi, CR7, sampai Jose Mourinho dan Fabio Capello. Bahkan, CR7 sempat berujar kl dirinya akan mempertimbangkan bermain di Liga Rusia apabila ada tawaran dr Anzhi. Sungguh luar biasa gebrakan klub ini. Hanya dalam tempo kurang dr setahun, Suleyman Kerimov telah berhasil menyulap Anzhi dr klub kecil dr Daghestan menjadi klub klub terkaya di Rusia, bahkan mungkin di Eropa.
2. Shakhtar Donetsk (Ukraina)

Shakhtar Donetsk adalah klub tertua di Ukraina, tapi prestasi mengkilapnya di Eropa justru baru terjadi di tahun 2009 ketika berhasil menjuarai Piala UEFA. Shakhtar sebelumnya seringkali kalah pamor dibanding dengan rivalnya, Dinamo Kiev yang pada tahun 1999 sukses menembus semifinal Liga Champions dgn Andriy Shevchenko sebagai bintangnya. Tapi Shakhtar yang sejak tahun 1996 diakuisisi oleh milyuner Rinat Akhmetov dan disponsori oleh perusahaan gas terbesar di Ukraina mulai serius membangun Los Galacticos ala Ukraina. Sejumlah pemain berkualitas seperti Cristiano Lucarelli (Italia), Julius Aghahowa (Nigeria), dan Eduardo Da Silva (Kroasia), serta pelatih sekelas Mircea Lucescu (Rumania) dan Bernd Schuster (Jerman) didatangkan. Tapi, yang lebih membuat Shakhtar terlihat semakin hebat adalah keberadaan pemain2 Brazil di skuadnya. Tak kurang, terdapat 9 orang pemain asal Brazil, termasuk Eduardo Da Silva. Brazilian-connection tersebut telah membuat Shakhtar menjadi Los Galacticos yg sulit ditandingi oleh Dinamo Kiev dan klub2 Ukraina lainnya. Saat ini, Shakhtar pun tercatat sebagai langganan Liga Champions dan batu sandungan klub-klub besar Eropa.
3. Los Angeles Galaxy (Amerika Serikat)

Tentu kita yang di Indonesia pasti mengenal klub ini karena minggu lalu klub ini bersama mega bintangnya, David Beckham baru saja menyapa pecinta sepakbola di Indonesia dalam pertandingan eksibisi melawan Indonesia Selection. Los Angeles Galaxy atau LA Galaxy adalah salah satu klub pionir MLS (Major League Soccer), liga sepakbola profesional Amerika Serikat yang dibentuk tahun 1993 (cuma selang setahun sebelum Liga Indonesia penyatuan perserikatan & Galatama dibentuk thn 1994). LA Galaxy adalah salah satu klub besar di USA, namun karena sepakbola bukan merupakan olahraga populer di Amerika, LA Galaxy tidak begitu dikenal diluar Amerika. Namun semua berubah ketika pada tahun 2007, LA Galaxy sepakat untuk mengontrak mega bintang Inggris dr Real Madrid, David Beckham dengan harapan kehadiran Beckham dapat meningkatkan prestasi & popularitas Galaxy, tdk hanya di Amerika tapi juga di dunia, seperti halnya nama Galaxy yg diambil dr status LA sebagai rumah artis2 Hollywood. Kepindahan Beckham ini merupakan kejutan karena sebelumnya, mayoritas pemain kelas dunia yg bermain di MLS rata2 adalah pemain tua yg tidak produktif lagi di sepakbola Eropa. Bersamaan dgn kepindahan Beckham, LA Galaxy juga merubah logonya menjadi lebih modern. Setelah kepindahan Beckham, berturut2 pemain dunia sekelas Fredrik Ljungberg, Thierry Henry, hingga Robbie Keane ikut merambah MLS. Nama terakhir bahkan sekarang setim dgn Beckham di Galaxy & semakin menyempurnakan status LA Galaxy sebagai Los Galacticos setelah kehadiran Beckham dan Landon Donovan. Saat ini, berkat popularitas Beckham, nama LA Galaxy dan MLS pun semakin dikenal dunia. Bahkan MLS pun saat ini bersaing ketat dgn NBA, MLB, NFL, dan NASCAR sebagai sports entertainment paling digemari di Amerika.
4.Shanghai Shenhua (Cina)
Klub ini baru melejit ketika mereka merekrut Nicolas Anelka dari Chelsea, bahkan mereka sudah mengincar bintang Chelsea lainnya yaitu Didier Drogba,Frank Lampard dan pemain Bayern Leverkusen, Michael Ballack. Pemilik Shenhua Zhu Jun, yang merupakan multi-millionaire yang sukses dengan bisnis portal game online, menjanjikan akan segera melakukan pembelian besar lainnya tidak lama usai sukses merekrut Anelka.
Pekan lalu klub itu juga mengumumkan kursi pelatih mereka akan diisi oleh mantan pelatih Bordeaux dan Besiktas, Jean Tigana.
Di Indonesia sebetulnya ada klub yg bisa dibilang Los Galacticos juga seperti Sriwijaya FC, Persib Bandung, dan Mitra Kukar yg mayoritas dihuni pemain timnas Indonesia dan pemain asing. Namun, karena kisruh Liga Indonesia seperti saat ini dimana politisi dan pengusaha saling bersaing untuk menguasai dan mengacak2 kompetisi untuk keuntungan pribadi dan kelompok, rasanya bs dibilang mustahil klub2 Indonesia bisa seperti klub-klub Los Galacticos diatas yang didukung dana melimpah dr milyuner lokal yg bertujuan untuk membangun prestasi dan kebanggaan klub/ daerah ketimbang memanfaatkan klub dan kompetisi utk politik dan persaingan usaha tidak sehat semata.

