Manchester City dan Atletico Madrid telah mencapai kesepakatan untuk transfer Sergio Aguero, dan kini pemain Argentina tersebut resmi menjadi milik City.
Striker berusia 23 tahun tersebut menandatangani kontrak bersama City pada Kamis lalu dan akan memakai kostum biru milik City selama lima tahun.
City pun juga sudah mengkonfirmasikan hal tersebut, diperkirakan pada akhir pekan ini Aguero sudah bisa bergabung bersama tim dan tampil perdana di pertandingan Dublin Super Cup.
Atletico juga memberikan konfirmasi singkatnya melalui situs resmi mereka.
"Klub mengucapkan terima kasih atas jasa-jasanya dalam lima musim terakhir dan kami berharap dia mendapatkan yang terbaik di klub barunya."
Di City, Sergio Aguero akan bergabung dengan dua pemain Argentina lainnya yakni, Pablo Zabaleta dan Carlos Tevez, namun tampaknya Tevez kemungkinan besar bakal hengkang dari City.
The Sun mengklaim, keluarga pemilik Manchester City, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan memiliki kekayaaan dengan nilai total mencapai 560 miliar poundsterling atau sekitar Rp 825 triliun WOW!!. Dari uang itu, Mansour, berkenan menghibahkan 305 juta poundsterling atau hampir mencapai Rp 4,5 triliun untuk membersihkan beban utang City.
Hal itu terungkap dalam laporan keuangan City, Selasa (5/1/2010). Itu merupakan pertama kalinya City mengungkapkan laporan keuangannya kepada publik, semenjak Mansour mengambil alih City pada Agustus 2008 silam. Sekadar catatan, menurut The Sun, Mansour membeli City dengan harga 210 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,1 triliun. Itu belum termasuk kucuran anggaran transfer sebesar 200 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,9 triliun.
Kesediaan Mansour melunasi utang City, selain untuk membuktikan komitmen dan ambisi, juga merupakan bentuk apresiasi kepada prestasi manajemen klub meningkatkan penghasilan klub. Ketika diambil alih, City hanya membukukan pendapatan sebesar 82,3 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,2 triliun. Setelah diambil alih, nilai itu meningkat enam persen, menjadi 87 juta poundsterling atau mencapai hampir Rp 1,3 triliun.
Meski begitu, City sendiri belum berada di titik impas. Menurut laporan itu, City masih menderita kerugian sebesar 92,6 juta poundsterling atau hampir Rp mencapai 1,4 triliun. Ini adalah kerugian terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. “Laporan keuangan merefleksikan berlangsung sebuah periode peruabahn yang cepat di klub ini. Ini semua berkat perencanaan panjang dan investasi dewan direksi dan pemilik untuk menciptakan bisnis yang kokoh untuk masa depan,” ungkap Ketua Bidang Ekonomi City, Graham Wallace.
“Keputusan pemilik untuk melunasi utang sejalan dengan strategi finansial mereka dan ini merupakan berita fantastis bagi suporter Manchester City, bahwa klub berada dalam fondasi keuangan yang aman, yang memberikan acuan luar biasa untuk pembangunan di masa depan,” lanjutnya. Sementara itu, dari kacamata kompetisi profesional, lunasnya utang City menunjukkan keseriusan mereka bersaing di pentas Eropa. Hal ini terkait dengan peraturan “Financial Fair Play” yang akan diberlakukan UEFA 2012 mendatang. Ketentuan itu mengatur, klub yang memiliki beban utang tak boleh mengikuti kompetisi Eropa.
Manchester City menjalin kontrak panjang berdurasi 10 tahun dengan Etihad Airlines. Kontrak tersebut menjadikan kandang City berubah dari City of Manchester Stadium jadi Stadion Etihad.
Hal itu diumumkan City usai penandatangan kontrak sponsor dengan maskapai penerbangan asal Uni Emirat Arab tersebut, Jumat (8/7/2011). Pergantian nama itu langsung efektif saat ini juga.
"Kami dengan bahagia akan memperpanjang kerja sama dengan Etihad Airways melalui kesepakatan kemitraan yang komprehensif ini," demikian ucap Chief Executive City, Gary Cook, seperti dikutip AFP.
"Yang terpenting, sebagai tambahan dari penambahan pemasukan yang signifikan dalam tahap penting evolusi klub, kesepakatan itu juga menciptakan kesempatan bagi kedua pihak untuk bekerja sama lebih dalam baik secara komersil, media dan inisiatif komunitas di masa depan," tambah Cook.
Tidak disebutkan berapa nilai kesepakatan baru City dengan Etihad tersebut, namun media di Inggris berasumsi bahwa nilainya mencapai 100 juta poundsterling.
Selain memperpanjang kontrak Etihad sebagai nama sponsor di dada jersey City, kesepakatan ini juga memasukkan klausul pengembangan kawasan di seputar kandang City tersebut dan kelak akan disebut sebagai Etihad Campus.
Stadion Etihad bukan stadion pertama di Inggris yang dinamai sesuai nama sponsor. Tahun 2004, Arsenal menamai kandang mereka dengan nama Stadion Emirates karena mereka diikat Emirates Airways sebagai sponsor.
Masih ingat tragedi Marc-Vivien Foe? Pesepakbola Kamerun yang meninggal di lapangan sepakbola ketika membela Kamerun di piala Konfederasi 2003 melawan kolombia? Foe, yang ketika itu bermain di Manchester City, tewas karena serangan jantung.
Pada semifinal piala Konfederasi,26 juni 2003, saat pertandingan memasuki menit ke-72, Foe terjatuh dan meski medis langsung bertindak, nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal sesaat setelah tiba di rumah sakit. Pertandingan itu dimainkan Stade de Gerland, markas klub Olympique Lyonnais, tempat Foe juga pernah bermain.
Menurut hasil otopsi, pemain kelahiran Nkolo, 1 Mei 1975 itu meninggal karena serangan jantung akibat pembengkakan ventrikel kiri. Menurut dokter, kondisi itu adalah bawaan sejak lahir. Selain itu, tes racun juga menunjukkan bahwa tidak ada jejak narkoba di sistem peredaran darahnya.
Setelah Foe meninggal, manajer Manchester City ketika itu, Kevin Keegan, langsung menyatakan bahwa nomor punggung 23 tidak akan lagi dipakaikan ke pemain lain sebagai tanda penghormatan untuk Foe. Bisa jadi pula Stade Gerland diberi nama ulang untuk mengingat Foe. Pun demikian dengan pemakaian nama Foe untuk salah satu tribun di stadion City of Manchester milik Manchester City.
Ketika ingatan akan Foe masih nyata, satu lagi pesepakbola meninggal di lapangan. Miklos Feher, pesepakbola Hongaria yang bermain di klub SL Benfica, Portugal, collapsed ketika bertandang ke kandang Vitoria Guimaraes, 25 Januari 2004. ketika Feher jatuh pingsan, pertandingan dihentikan selama 15 menit saat tim dokter berusaha menyadarkannya. Feher kemudian meninggal di rumah sakit.
Hasil otopsi menunjukkan bahwa Feher meninggal karena cardiac arrhythmia yang disebabkan oleh hypertrophic cardiomyopathy. Pendeknya, ada masalah di jantung feher yang menyebabkannya tewas. Kedua pemain di atas adalah contoh mereka yang meninggal di lapangan hijau. Kebetulan keduanya meninggalkan dunia melalui penyakit jantung. Namun, belum ada cerita apakah mereka “ menghantui “ tempat mereka menghadapi maut.
Ada satu pemain yang tewas di lapangan, namun bukan karena ada masalah di jantungnya. Tersebut nama John Thomson, seorang kiper yang bermain untuk Glasgow Celtic dan Skotlandia. Thomson lahir di Kirkclady pada 1909. Ia besar di kalangan Keluarga penambang di Fife. Kisah hidup indah yang semula membentang di hadapan Thomson terhenti saat Celtic bertandang ke kandang musuh sekota, Rangers, di Ibrox pada 5 September 1931.
Memasuki babak kedua, Thomson dan center forward Rangers, Sam English, sama-sama melompat untuk menanduk bola tinggi. Keduanya bertabrakan. Sakin kerasnya tabrakan itu sampai-sampai tengkorak Thomson retak karena terhantam lutut English. Thomson pun langsung tumbang. Semula, penonton di tribun mengira Thomson bisa bangkit lagi setelah tabrakan itu.
Tidak ada yang tahu bahwa saat itu juga Thomson berada dalam kondisi menghadapi sakratul maut, kecuali oleh orang-orang yang melihat langsung betapa parahnya cedera Thomson ketika itu. Thomson pun segera dibawa ke rumah sakit. Pertandingan dilanjutkan dalam situasi yang sangat tak mengenakkan dan berakhir dengan skor 0-0.
Di rumah sakit Victoria, pada pukul 21.45, Thomson pun menghembuskan napas terakhir. Saat itu, usianya baru 22 tahun. Thomson kemudian dimakamkan di pemakaman Umum Bowhill di Fife pada 9 September. Banyak sekali pelayat yang mengantar kepergian Thomson.
Menurut biografi Thomson, ada 30 hingga 40 ribu orang. Peti mati dibawa oleh para pemain Celtic. Di Ibrox ada bunga-bunga putih pada hari pemakamannya sebagai tanda penghormatan.
Pada 1993, akhirnya sebuah jalan di Fife diberi nama Thomson Court, sebagai kenangan atas John Thomson. Para suporter Celtic pun tidak ada yang melupakan Thomson, bahkan ketika abad telah memasuki angka 21. Makam Thomson di Fife masih selalu dikunjungi oleh suporter Celtic.memang, Thomson sulit untuk dilupakan, bahkan oleh Rangers sekalipun.
Kejadian terakhir yang masih kita ingat adalah ketika pemain belakang Sevilla Antonio Puerta meninggal dunia akibat serangan jantung. Ketika itu Puerta terjatuh di lapangan dan sempat sadarkan diri sebelum akhirnya kembali pingsan dan dibawa kerumah sakit. setelah tak sadarkan diri selama dua hari akhirnya Antonio Puerta menghembuskan nafas terakhirnya. Menurut teman-temannya di Sevilla, Puerta sering kali pingsan pada saat latihan tapi pada saat itu kami mengira ia hanya mengalami kelelahan.
Peristiwa yang seperti ini sudah sering kita lihat mudah-mudahan tahun yang akan datang peristiwa seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Adanya peran dari klub ketika menyeleksi pemain yang akan direkrut jangan sampai klub mengalami peristiwa yang seperti ini lagi.